on Sep 25, 2014 at 19:16 WIB
![]() |
| Ilustrasi Investasi Properti (Liputan6.com/Andri Wiranuari) |
Ketua Peniliti LPEM Nuzul Achjar mengungkapkan, harga properti Indonesia mengalami ketidakjelasan dan berlawanan dengan hukum ekonomi yaitu ketersediaan banyak tetapi harga semakin melonjak.
"Mengenai properti Indonesia anomalinya banyak, suplai banyak harga lemah, ini nggak," kata Nuzul di Pusdik LPEM UI, Jakarta, Kamis (25/9/2014).
Nuzul mengungkapkan, saat ini harga properti di Indonesia sudah tidak masuk akal. Pasalnya negara dengan pendapatan per kapita US$ 3.600 lebih, harga tanahnya melebihi pendapatan masyarakat.
Pemerintah pun harus turun tangan mengontrol hal tersebut, sehingga para pengembang tidak bisa seenaknya melakukan spekulasi harga.
"Negara mengkontrol seberapa jauh pemerintah mengontrol. Pemerintah aktif sehingga pengembang tidak bisa seenaknya banyak spekulasi," ungkap dia.
Pemerintah juga harus tegas kepada pengembang yang sudah mendapat lahan untuk segera membangun. Pasalnya, jika dibiarkan harga akan meningkat dengan menyesuaikan kenaikan harga tanah.
"Jangan dibiarkan, langsung bangun kalau tidak saya cabut, supaya tidak spekulasi," pungkasnya. (Pew/Nrm)
source


0 komentar:
Posting Komentar