“Seorang klien pernah berujar demikian,
saya menyesal, mengapa rumah pertama saya tidak menggunakan jasa arsitek,
ternyata tanpa arsitek biaya membangun sebuah rumah tanpa disadari menjadi
sangat mahal karena tidak adanya panduan efisiensi bahan & desain”.
Pada Edisi Artikel Perdana kali ini, moderator www.inovasikreatif.com menghadirkan
sosok arsitek fenomenal Indonesia Yu Sing yang dikenal mengambil jalan sebagai
“arsitek peduli”, yang tidak hanya menggarap proyek komersial namun mendesain
pula rumah-rumah murah inovatif bagi kalangan middle-down dengan eksplorasi
desain inovasi baru, kreatif, sensasi ruang yang luar biasa. Selamat Membaca!
![]() |
| Yu Sing | Arsitek |
Melalui artikel ini
saya bermaksud untuk berbagi pengalaman dalam mendesain beberapa rumah murah
inovatif, baik yang sudah terbangun, yang sedang dibangun, maupun yang masih
dalam proses desain.
Tentunya pengalaman
mendesain rumah murah inovatif ini tidak dapat menjadi acuan akhir, tapi
sebagai pemberi dorongan semangat bagi mereka yang ingin membangun rumah dengan
biaya terbatas maupun bagi saya sendiri untuk terus bereksplorasi mencari
inovasi desain rumah murah yang semakin baik. Karena
arsitektur milik masyarakat luas, bukan hanya untuk melayani kalangan mampu.
Perjalanan mendesain
rumah-rumah murah inovatif ini dirasakan cukup rumit, dengan biaya konstruksi
(pembangunan) fisik antara 1-2 juta rupiah/m2 dan luas rumah kurang dari 200
m2. Walaupun demikian, ternyata melalui berbagai eksperimen yang terus-menerus,
rumah murah pun dapat memiliki eksplorasi alternatif desain yang tidak
terbatas. Karena itu rumah murah dengan bantuan desain arsitek dapat menjadi
alternatif yang potensial bagi kepemilikan rumah tanpa mengurangi
keanekaragaman identitas dan kebutuhan pemiliknya (dibandingkan dengan rumah
seragam yang dibangun melalui developer).
PERLUKAH PERAN
ARSITEK?
Apakah sebuah rumah
perlu didesain oleh arsitek? Bagaimana kalau rumah murah, masih perlukah peran
arsitek? Apakah dengan peran arsitek akan membuat investasi biaya konstruksi
rumah lebih menguntungkan daripada membangun tanpa arsitek?
Pertanyaan tersebut
umumnya didasari kekeliruan penilaian sebagian besar masyarakat bahwa
menggunakan jasa arsitek sangat mahal. Hal-hal tersebut pula yang melatarbelakangi
maraknya pembangunan rumah sederhana dan rumah mewah tanpa arsitek, atau
pembangunan oleh kontraktor dengan bonus desain gratis.
Membangun atau
merenovasi rumah tinggal tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar sesuai
dengan konteks kemampuan masing-masing pemiliknya. Sehingga dapat dikatakan,
rumah tinggal merupakan kebutuhan dasar sekaligus barang mewah. Setiap orang
akan sangat berhati-hati dalam membeli barang mewah karena mempertaruhkan nilai
uang yang cukup besar. Belum lagi rumah tinggal merupakan harta milik yang akan
dinikmati atau dipakai sendiri dalam waktu yang cukup lama. Kenyamanan dan
keindahan kondisi rumah kita, begitu pula akan dirasakan tubuh kita secara
fisik maupun psikologis.
Kini, wujud rumah
tinggal menjadi semakin kompleks. Tipologinya pun tidak selalu mengacu pada
bentuk rumah biasanya. Rumah berkembang menjadi cerminan karakter dan gaya
hidup pemiliknya karena akan dihidupi setiap hari bahkan puluhan tahun. Rumah
merupakan wadah paling mendasar bagi dinamika kehidupan sosial, budaya, dan
spiritual yang dapat mempengaruhi kualitas manusianya bahkan wajah suatu
bangsa.
Dengan berbagai
pertimbangan tersebut, ternyata rumah memiliki nilai yang sangat tinggi.
Sehingga proses merumah, merealisasikan kebutuhan, karakter, gaya hidup, atau
cita rasa pemiliknya ke dalam ruang-ruang hidup sehari-hari menjadi sangat
penting. Disinilah poin krusial yang seharusnya dipahami bahwa, proses merumah tanpa peran arsitek yang tepat akan
menjadi investasi yang sangat mahal dan beresiko tinggi.
Mungkin dapat
diilustrasikan seperti membawa mobil mercedes terbaru ke bengkel kecil yang
tidak resmi dan tidak dikenal. Sama dengan mempertaruhkan nilai yang sangat
besar kepada orang yang tidak terpercaya. Padahal arsitek yang tepat dapat
berperan untuk membantu pemilik rumah mewujudkan rumah tinggalnya sesuai dengan
biaya yang dianggarkan. Biaya yang sama yang dikeluarkan untuk membangun rumah
tanpa arsitek akan dapat menghasilkan rumah yang jauh lebih bernilai dan
bermakna bila dibantu oleh arsitek.
Apalagi untuk rumah
dengan biaya terbatas, kompleksitas keterbatasan lahan dan dana dengan
kebutuhan yang cukup banyak, semakin membutuhkan peran arsitek untuk mendesain
rumahnya dengan penataan ruang dan pemilihan material yang efisien dan esensial
namun tetap memiliki kualitas ruang yang baik. Karena indah tidak harus sama
dengan mahal dan mewah, biaya rendah tidak berarti bernilai rendah. Belum lagi
bila dihitung usia rumah berpuluh tahun, maka sebenarnya jasa desain arsitek
yang distandarkan sekitar 10% dari biaya konstruksi rumah oleh IAI (Ikatan
Arsitek Indonesia), menjadi relatif sangat murah dibandingkan dengan kualitas
rumah yang akan diwujudkan.
RE-DEFINISI INDAH
& MEWAH
Sudut pandang kita
tentang keindahan dan kemewahan tentunya perlu diperluas, karena dalam desain
rumah murah inovatif kita akan banyak menemui desain-desain yang tidak baku.
Walaupun sebenarnya makna keindahan dan kemewahan ini, dengan eksekusi detail
ruang dan material yang digunakannya, juga berlaku dalam arsitektur secara umum,
bukan hanya untuk rumah murah. Keindahan sebaiknya dilihat dari substansi
mendasar terhadap perwujudan rumahnya.
Ilustrasinya demikian,
secara umum orang lebih mudah melihat wanita cantik dari penampilan fisiknya.
Namun bisa saja setelah kenal lebih dekat, ternyata wanita cantik tersebut
memiliki sifat dan tabiat yang sangat buruk. Ada juga wanita yang dari
penampilan luarnya terlihat sederhana, namun ternyata memiliki pemaknaan yang
sangat luas tentang kehidupan, keseimbangan alam, hubungan positif antar
manusia, serta nilai-nilai luhur yang berhubungan dengan kekekalan. Maka wanita
kedua ini dapat kita pandang sebagai keindahan substantif, yang nilainya lebih
dalam daripada keindahan kulit/kosmetik.
Dalam konteks rumah,
substansi keindahan dapat berupa sikap ramah lingkungan, kemudahan perawatan,
kemudahan pembuatan, penghematan material, pemanfaatan material daur ulang, dan
lain-lain. Sedangkan kemewahan sebaiknya dilihat dari kualitas ruang-ruang yang
terbentuk bukan dari mahalnya material yang digunakan. Kehadiran ruang keluarga
yang cukup luas dengan “kejutan” warna dan ornamen tertentu, ventilasi dan
cahaya alami yang maksimal misalnya merupakan keunggulan bagi sebuah rumah
inovatif.
EKSPLORASI MATERIAL
Hal yang terpenting
bagi rumah murah tentunya adalah penggunaan material-material yang tidak mahal
namun memiliki nilai artistik tinggi. Salah satu semangat arsitektur modern
yang berkembang sejak tahun 1920-an di Eropa adalah kejujuran material.
Bahwa misalnya beton
ditampilkan sebagai beton apa adanya tanpa polesan, bukan sebagai elemen yang
belum selesai, justru akan memberikan ekspresi arsitektur yang kuat. Hal ini
menjadi anugerah untuk bereksplorasi menggunakan material (murah) apa adanya
sebagai pembentuk ruang tanpa biaya lapisan penutup yang biasanya membuat rumah
menjadi mahal.
Cukup banyak material
mendasar atau murah yang dapat dieksplorasi pemakaiannya atau cara
pemasangannya untuk membentuk sensasi ruang yang menarik. Misalnya bata merah
polos dapat memiliki banyak sekali kemungkinan cara penyusunannya. Dapat
dipasang seperti biasa, atau diberi jarak antara bata merahnya sehingga
dindingnya berlubang-lubang, atau bata dipasang dengan variasi susunan satu
bata dan setengah bata, dan lain-lain.
Material bambu yang
biasanya hanya dipandang sebagai material sekunder, kini menjadi elemen
arsitektur yang paling digemari di berbagai belahan dunia, karena kekuatan
seratnya dapat menggantikan baja tulangan, fleksibilitas, estetika bentuknya
dan jumlahnya melimpah. Melalui sistem pengawetan yang baik, maka bambu dapat
menjadi material primer sebuah rumah, yang mampu bertahan puluhan tahun. Selain
penggunaan material yang murah, eksplorasi material melalui pemanfaatan
material bekas atau daur ulang, misalnya kusen atau daun pintu bekas layak
pakai yang bisa dipoles dan ditata sedemikian rupa sehingga bernilai artistik
tinggi.
EFISIENSI RUANG &
STRUKTUR
Agak berbeda dengan
desain rumah beranggaran dana longgar, desain rumah murah inovatif justru
dimulai dengan desain sistem strukturnya terlebih dahulu, bukan dimulai dari
desain arsitekturnya.
Sistem struktur yang
efisien sangat menentukan anggaran konstruksi rumah, karena biasanya biaya
struktur rumah sekitar 40-50% dari biaya keselururuhan. Struktur atap misalnya
jauh lebih murah bila menggunakan atap fiber semen (tanpa kandungan asbestos)
dibandingkan dengan atap genteng, karena tidak diperlukan kaso dan reng.
Apalagi kalau lebar
rumah tidak lebih dari 400 cm, maka tidak diperlukan struktur kuda-kuda.
Struktur lantai dua dapat juga menggunakan struktur rangka dengan lantai
multipleks yang dapat dilapisi cor semen tipis dengan pelapis keramik. Dengan
demikian struktur lantai lebih ringan daripada lantai beton, sehingga kolom dan
balok penyangganya bisa jauh lebih kecil. Jarak antara lantai satu dengan
lantai dua sebenarnya cukup sekitar 250 cm, asalkan bukaan dan ventilasi alami
cukup untuk ukuran ruangnya. Dengan demikian biaya dinding, struktur kolom, dan
tangga dapat dihemat cukup banyak. Penempatan ruang-ruang efektif di dalam
rumah perlu didesain seefisien mungkin agar tidak ada ruang-ruang yang tidak
terpakai serta jalur sirkulasi di dalam rumah menjadi lebih pendek.
Jadi sebenarnya
eksplorasi desain rumah murah inovatif masih terbuka sangat luas untuk dapat
mewujudkan mimpi banyak orang memiliki rumah yang indah dan ‘mewah’. Menjadi
tempat membentuk keluarga yang mampu memberikan sumbangsih nilai-nilai luhur
bagi lingkungan sekitar dan bangsa.
(**Yu Sing adalah
arsitek lulusan ITB, karyanya tersebar di berbagai daerah Indonesia, pemenang
Holcim Award Indonesia, pemenang ke-3 FuturArc 2010 atas karya Oasis Social
Housing, tinggal di Bandung & kini aktif dalam pembentukan jaringan Kampung
Kota, sebagian kecil karyanya bisa dilihat di video presentasi http://inovasikreatif.com/arsitektur/
*Artikel ini disadur ulang dari Sensasi Ruang dalam rumah & Eksplorasi
Desain Rumah Murah)


0 komentar:
Posting Komentar